๐ƒ๐ข๐ฌ๐ค๐จ๐ฆ๐ข๐ง๐Ÿ๐จ๐“๐จ๐ฎ๐ง๐š, AMPANA โ€“ Bupati Tojo Una-Una yang diwakili oleh Wakil Bupati Hj. Surya Lapasiri secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una. Kegiatan ini digelar di Hotel Ananda, Kecamatan Ampana Kota, Senin (25/8/2025).

Dalam sambutannya, Wabup Surya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Pelaksana BPBD Tojo Una-Una yang telah menggagas kegiatan ini sebagai langkah penting pemerintah daerah dalam melakukan kajian risiko bencana secara terintegrasi dan terukur.

Beliau mengatakan, Penyusunan KRB ini mengacu pada pedoman umum BNPB, sehingga setiap daerah termasuk Kabupaten Tojo Una-Una wajib menyusun dokumen kajian risiko bencana sebagai dasar perencanaan pembangunan.

โ€œDengan kondisi geografis kita yang kompleks, terdiri dari daratan dan kepulauan, serta potensi ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, hingga kebakaran hutan, penyusunan dokumen kejadian Resiko Bencana (KRB) menjadi sangat krusial untuk menetukan tingkat kerentanan, kapasistas dan ketahanan daerah dalam menghadapi bencanaโ€ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya penguatan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebagai indikator kesiapan daerah dalam menghadapi bencana sekaligus kemampuan untuk bangkit pasca bencana. Menurut Wabut Surya, ketahanan daerah tidak hanya dilihat dari kesiapan infrastruktur atau kesiapan BPBD semata, tetapi juga kesiapan masyarakat, kekuatan sosial, serta keterpaduan semua sektor pembangunan.

Dengan kata lain ketahanan daerah harus dibangun secara kolektif dan terintegrasi antara pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, akademisi, media, dan tentunya seluruh masyarakat.

โ€œKegiatan ini momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kita semua, bahwa penanggulangan bencana bukan hanya urusan BPBD, melainkan urusan bersama demi keselamatan dan keberlanjutan pembangunan, kita juga harus sadar bahwa bencana dapat terjadi setiap saat tanpa diduga, dengan persiapan yang kuat, kita mampu meminimalkan dampaknya . โ€ tegasnya.

Wabup surya mengajak, seluruh peserta untuk benar-benar mengikuti kegiatan secara serius, mencermati serta aktif untuk memberikan masukan agar hasil yang di capai benar-benar bermanfaat.

โ€œKita harus mempersiapkan data dan informasi daerah yang di hasilkan dapat dipertanggungjawabkan dan dijadikan landasan untuk pengembalian kebijakan, kedepan kita harapkan dokumen KRB dan hasil perhitungan IKD menjadi referensi penting bagi setiap OPD dalam merencanakan program pembangunan. Dengan demikian setiap kebijakan pembangunan akan selalu mempertimbangkan aspek resiko bencanaโ€,terangnya.

โ€œSaya yakin jika kita bekerja sama, memebangun sinergi dan komitmen ketahanan Kabupaten Tojo Una-Una akan semakin Kuatโ€,Harapnya.

Sebelum menutup sambutannya, Wabup Surya, menekankan empat hal penting: peningkatan edukasi masyarakat, integrasi pengurangan risiko bencana dalam program OPD, penguatan kerja sama antar-stakeholder, serta implementasi nyata hasil IKD. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan Tojo Una-Una sebagai daerah yang angguh dan berketahanan bencana.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir tenaga ahli penyusun Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), yakni Tim Leader Rustan Efendi , Ahli Manajemen Bencana Shadiq, Ahli Geografi/Geodesi/GIS Enjang Tri Budiarto, serta Ahli Geosains Abdullah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tojo Una-Una serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tojo Una-Una.

Sumber-Diskominfo Touna

By admin

Tinggalkan Balasan